disclaimer :
ibu program hamil, ibu hamil, ibu menyusui, atau orang orang yang lagi ga boleh banyak nangis, mending skip dulu baca buku ini. tunggu nanti pas udah bebas menangis karena bakalan banjir
setelah beberapa tahun, akhirnya aku baca lagi buku karya Mitch Albom. aku suka gaya tulisnya dan banyak nilai yang bisa diambil dari semua bukunya.

sama seperti buku Tuesdays with Morrie (karya penulis yang sama), buku ini adalah kisah nyata, sebuah jurnal ketika penulis berinteraksi dengan tokoh utamanya. Finding Chika; buku ini bercerita tentang pengalaman Mitch Albom, istrinya, Janine, dan seorang anak perempuan Haiti bernama Chika.
kesamaan lain dari kedua buku itu: dari awal kita langsung bisa tahu bahwa akhirnya tokoh utamanya meninggal namun, bukan berarti meninggal lalu selesai.

nothing is ever in vain.
Mitch Albom menuturkan seluruh interaksi dan proses yang ia jalani bersama Chika serta berbagai pelajaran yang dia ambil selama hidup bersama Chika.

Chika adalah anak perempuan yang berasal dari Haiti. ibunya meninggal saat gempa besar terjadi di Haiti. ayahnya tidak bisa mengurusnya karena tidak punya uang dan begitu pula dengan keluarga lainnya. akhirnya Chika ini dimasukkan ke panti asuhan milik Mitch Albom di Haiti.
singkat cerita Chika sakit dan dokter Haiti tidak ada yang bisa tahu penyakit apakah itu. jadi, Chika dibawa ke Amerika dan setelah diperiksa di sana, diketahuilah bahwa Chika punya penyakit yang tidak pernah berhasil disembuhkan, yaitu DIPG.

tapi walaupun begitu, Mitch dan Janine tidak mau nyerah. mereka mau memperjuangkan kesehatan Chika bahkan sampai membawa Chika ke berbagai negara.

namun, semua usaha yang telah dilakukan, pada akhirnya, tidak berhasil melawan tumor otak yang kian ganas menggerogoti saraf-saraf Chika. 7 April 2017, di usia ketujuh, Chika wafat.

bagi kita yang pernah punya pengalaman mengurus orang tersayang yang sakit keras, pasti tahu betapa berat dan melelahkannya hal itu. setiap hari kita bertanya-tanya, apakah dia bisa sembuh? apakah aku harus siap hari ini? apakah aku baiknya tinggal disisinya dan jangan pergi dulu? apalagi jika yang sakit adalah anak anak.

memang, kematian tidak sekedar menyisakan kesedihan, tapi juga kenangan serta pelajaran. semua pengalaman, baik itu indah ataupun mengharukan, kini hanya bisa kita renungkan dan coba untuk syukuri.

namun, apapun itu, orang-orang kesayangan yang secara jasmani telah mendahului kita menjadi debu, tidak akan pernah mati dalam hati dan pikiran kita. itu juga yang Mitch Albom paparkan dalam bukunya ini.

a very heartwarming book.
God bless you, dear author.




















