terlepas dari berbagai dampak buruknya, aku termasuk orang yang sangat bersyukur dengan perkembangan teknologi. hanya saja, ketika teknologi bertemu dengan anak usia dini, diperlukan kebijaksanaan dan batasan dari orangtua/pengasuh anak tersebut.
menurutku, tidak mungkin dan tidak bijak jika anak benar benar dijauhkan dari teknologi. teknologi bagi anak anak itu perlu namun, tentu saja, dengan batasan batasan tertentu.
salah satu batasan yang aku terapkan untuk anakku adalah waktu. aku membatasi anakku hanya boleh nonton dan atau main di gadgetnya maksimal 30 menit sehari.
nah untuk menerapkan aturan itu, lagi lagi thank God for technology, aku pakai Google Family Link.

jadi dari app ini aku bisa kontrol gadget anakku. sebelum kita lihat fitur-fiturnya ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.
- anak harus pakai gawainya sendiri bukan gawai orang tua. kalau pakai gawai orang tua bisa pakai aplikasi screen time control atau pakai ketegasan orang tuanya.
- gawai anak terhubung dengan akun anak yang mana akun tersebut merupakan supervised member dari akun kita.
- biasanya ini bisa dipilih saat kita membuatkan email untuk anak kita dan dengan jujur pada kolom umur, selama anak masih di bawah 13 tahun, maka otomatis akun anak menjadi supervised member dari family group kita.
- cara untuk cek apakah anak kita masuk ke supervised member, masuk app google, lalu ketuk foto profile kita di kanan atas — klik manage account

- pilih tab people & sharing
- nanti akan terlihat apabila sudah jadi supervised atau belum

- bagi yang mau kontrol akun anaknya yang sudah di atas 13 tahun tapi mau tambah supervisi, atau ternyata akun anaknya belum jadi supervised bisa klik ini.
nah fitur fitur yang ada di family link app ini sangat memadai untuk kontrol gawai anak. mulai dari:
- screen time gawai,

- screen time per app,

- izin untuk mendownload, atau bahkan membuka aplikasi, batasan umur dari search engine yang ada di gawai tersebut,

- serta lokasi gawai anak kita.

yuk kita sediakan teknologi informasi yang aman untuk anak anak agar mereka bisa berkembang optimal. memang Tuhan yang pegang, tapi kita harus berusaha, kan?




















