kemarin, waktu aku dan nunu lagi ke dokter untuk vaksin demam berdarah, ibuku dan mbak yang bantu ngurus anak-anak telepon dengan panik, “KAKAK DIGIGIT KUCING, KULITNYA SEKARANG MELEPUH”
aku sempat ikut panik, tapi puji Tuhan, Tuhan kasih aku tenang. aku bilang, “udah tenang dulu. aku harus vaksin dulu. sekarang tolong foto dulu aja ya, lalu dicuci pakai air sabun dan kasih antiseptik”
ternyata…

jadi mereka berdua lagi jalan pagi sama mbak, lalu mereka mainan sama kucing liar di samping rumah tetangga. adek suka ngelus ngelus kucing, cuman karena dia masih 1,5 tahun, kontrol energinya masih kurang bagus. apa yang dia bilang elus itu malah terkesan mukul.
nah berdasarkan cerita mbak, si kucingnya itu tiba tiba aja ngedeketin mulutnya ke tangan kakak dan tiba tiba gigit sampai semua pergelangan tangan kakak masuk ke mulut si kucing.
hhh kenapa kamu teh ceng?
mungkin karena sebelumnya, si adek mukul-mukulin si kucing, jadi kucingnya kesel dan imbasnya ke si kakak 😑
tapi bersyukur, lukanya ga berdarah sama sekali dan sepertinya itu termasuk luka kecil, jadi akhirnya aku yang konsul ke dokter tanpa bawa kakak.
aku konsul ke dokter umum yang vaksin aku dan telekonsul ke dokter anak langganan kakak.
dokter umum yang vaksin aku bilang, “selama ibu ga tinggal di daerah endemi rabies, vaksin polio serta tetanus anak ibu udah lengkap (mengingat kakak baru 6,5 tahun dan vaksinnya lengkap), saya rasa cukup di-antiseptik aja. kasian kalo suntik rabies nanti harus 5x suntik dalam 1 bulan. lagi pula 95% kasus rabies itu dari gigitan anjing”
lalu kalau telekonsul ke dokter anak langganan…


yah pengalaman ya kak.
bunda berdoa beneran gapapa yaaa. mari kita observasi.