apa yang paling kamu ingat dari masa lalumu? prestasi? kemenangan? momen bahagia?
entah kenapa, bagiku, hal-hal yang aku ingat dari masa laluku adalah kesalahan–kesalahanku. kebanyakan, kesalahan yang “apasih, kok aku semenyebalkan/sebodoh itu”
contoh, waktu aku SD, ketika anak anak di kelasku ribut, aku beberapa kali suka berteriak “DIAM!”, entah karena aku saat itu ketua kelas, atau i was just being unloyal friend. mengingat itu sekarang membuat aku bergidik membayangkan betapa menyebalkannya aku.
contoh satu lagi yang tidak terlalu jauh masanya, yaitu tingkah lakuku ketika aku kerja di sebuah kantor di Jakarta. aku bertingkah seakan aku karyawan paling paling sebagainya padahal setelah kulihat sekarang, I was just mediocre. kurasa, kalau aku jadi teman diriku kala itu, aku nggak akan tahan berinteraksi lama dengan diriku sendiri.
ouch, hurts
contoh terakhir adalah ketika aku baru jadi ibu. aku bertingkah tahu segalanya. karena itu juga, dulu aku share semua pengalamanku di instagram. acted as if i know everything while turns out, i know nothing. nothing at all.
oh. my.
God, forgive me.
setelah saat ini aku sadar, dan mungkin karena aku semakin overthinking, aku seringkali menahan diri untuk bicara atau share sesuatu. I don’t want my future self hates her past self.
tapi mungkin, aku akan selalu bisa menemukan celah kesalahan dari diriku sendiri walaupun aku sudah berusaha tidak berbuat salah. I am a sinful human after all, only God can save me.
saat ini memang tidak ada yang bisa kulakukan lagi perihal masa laluku. orang-orang yang sudah keburu melihat sikap burukku di masa lalu pasti punya persepsi masing-masing.
namun, aku bisa belajar untuk berusaha mengeliminasi sikap-sikap tidak dewasaku dan juga lebih mengerti apabila ada orang-orang “menyebalkan” di sekitarku: “oh mungkin mereka masih dalam proses itu, aku ga boleh benci mereka karena dulu akupun semenyebalkan itu”
ah, aren’t we all God’s works in process?
