aku rasa semua manusia yang pernah memilih sesuatu, apalagi jika itu keputusan yang fundamental, pertanyaan “what if?” (jika aku mengambil keputusan berbeda, apa yang akan terjadi?) pasti pernah muncul di pikiran kita.
what if I took that job?
what if I stayed with my ex?
what if I moved over there?
sebenarnya pertanyaan-pertanyaan berandai-andai seperti itu seringkali kurang berfaedah dan hanya menghalangi kita untuk bersyukur akan kondisi kita saat ini.
tapi, dasarnya manusia berdosa ya, mudah sekali merasa kurang akan kondisi yang ada. kalau dipikir-pikir, Adam dan Hawa juga jatuh dalam dosa, memilih tidak taat, karena mereka diiming-iming iblis bahwa akan jadi lebih daripada mereka saat itu jika mereka sepakat makan buah yang Tuhan larang.
kamu akan jadi seperti Tuhan
iblis berwujud ular di Taman Eden
rasa kurang itulah yang akhirnya membuat kita, tanpa sadar, rela menghabiskan waktu untuk berandai-andai apabila kita mengambil opsi yang berbeda.
padahal sesungguhnya, setelah hidup beberapa puluh tahun, aku menyadari bahwa semua pilihan bisa jadi salah kalau kita menyerah dan bisa jadi benar kalau kita mau berusaha membuatnya jadi benar
memang, hasilnya ada di tangan Sang Maha Kuasa, tapi paling tidak, kita sebagai manusia, yang dibuat dari debu ini, sudah berusaha.
bukankah itu esensi hidup ini?




















